Semua orang Indonesia pasti tau apa yang namanya baso. Berbentuk bundar bewarna putih cenderung abu-abu memiliki rasa daging sapi, ayam, ikan dan bahkan cuma berasa tepung aja. Disini saya akan mencoba memberi informasi mengenai beberapa baso yang pernah dicoba oleh penulis. Untuk yang tinggal di Bogor seperti saya, kemungkinan pernah merasakan atau mungkin pernah mendengar baso Seuseupan, baso ini diberi nama sesuai dengan lokasi awal berdirinya kedai pertama baso ini, yaitu di daerah Seuseupan, Ciawi, Bogor. Namun saya pertama kali mencoba baso ini justru di kedainya yang berada di Bantarjati. Baso ini sudah cukup lama ada di Bogor. Satu porsi berisi sekitar 4 baso kecil dan satu baso besar yang berisi telor puyuh. Ciri khas dari baso Seuseupan adalah di dalam satu posri baso, terdapat paru kering yang dicampurkan kedalam ‘paket’ baso. Buat yang punya masalah sama kadar kolesterol dalam tubuh, pastinya ini gak direkomendasikan buat dikonsumsi. Tapi buat yang sehat, selamat menikmati rasa crispy paru goreng. Rasa kuah baso seuseupan cukup memberikan sensasi kaldu sapi, basonya juga terasa dagingnya. Untuk harga seporsi yang sebesar Rp 6000, saya rasa cukup layak. Kalo boleh saya kasih nilai, saya beri angka 8.5 dari 10 untuk baso yang cocok sebagai pengganjal perut di siang hari di kota Bogor.
Baso berikutnya yang cukup membuat saya kepikiran adalah baso selot yang berada di gang Selot di samping SMP 1 Bogor. Gang selot ini merupakan gang yang dipakai oleh banyak penjaja makanan sebagai lokasi berjualan. Di sini, banyak berjejer pedagang makanan yang dibuat seperti konsep pujasera yang mulai mulai berdagang dari jam 9 pagi hingga 4 sore. Yang datang kesini biasanya bukan hanya anak sekolah yang berada disampingnya, tapi juga kalangan lain seperti mahasiswa, karyawan bank, dan pegawai negeri. Jam makan siang merupakan waktu keramaian puncak. Yang membuat baso di selot ini menarik adalah kita gak cuma makan baso, tapi juga mie telor yang disajikan bersamanya dalam mangkok yang terpisah. Jadi kalo kita suka makan baso kering, kita tinggal memindahkan baso yang ada dalam mangkok kuah ke dalam mangkok mie telor yang telah dicampur dengan bumbu2 seperti minyak sayur, saus dan kecap manis. Penampilannya jadi seperti makan indomie goreng campur basolah. Kalo yang suka dengan baso kuah, kita tetap bisa memasukkan seluruh kuah dan baso ke mie telor, dan jadilah mie baso porsi besar. Yang membuat baso ini makin istimewa lagi adalah adanya baso urat yang rasanya enak meskipun kadang terasa agak terlalu asin, didalam porsi baso yang disajikan. Untuk penggemar baso ‘kasaran’—sepert isitilah orang Malang bilang untuk baso yang mengandung tulang muda sehingga tekstur baso menjadi tidak mulus, tentunya yang satu ini perlu dicoba. Harga yang harus dibayar untuk seporsi mie baso selot adalah Rp 6000. Buat yang suka dengan ‘daun muda’, boleh juga faktor ini turut dipertimbangkan sebelum makan baso disini. hehe… Nilai untuk baso selot adalah 8
Agustus 5, 2008 pukul 6:04 am
thanks buat infonya. nanti klo main ke bogor bs dicoba