Ramen Pedas (bgt) Kiyadon Sushi

By patheticy

Minggu lalu saya berkenjung ke Grand Indonesia, salah satu diantara banyak mall yang relatif baru di Jakarta. Sampai disana pas waktu makan siang. Setelah muter-muter dan melihat keadaan food area yg ternyata ramai, akhirnya diputuskan untuk mencari makan bukan di food area. Pindah ke bagian lain mall yg beremakan suasana Jepang, ternyata disana ada Kiyadon Sushi. Kebetulan saya dan pacar suka menyantap sushi. Akhirnya kita putuskan untuk makan disitu. Kesan pertama biasa aja. Diliat dr suasananya memang lebih temaram dibandingkan Sushi Tei, tp yg lain mirip2 lah. Standar restoran fushion Jepang yg ada di Jakarta kayak Sushi Tei, Sushi Groove dan Poke Sushi. Kita memilih tempat deket bar biar bisa lebih jelas melihat proses pembuatan sushi dan biar gampang klo mau milih sushi yg mereka punya. Diliat dari buku menu, kayaknya sushi yg mereka tawarkan lebih sedikit dibandingkan Sushi Tei. Mereka juga kayanya lebih banyak melakukan modifikasi sushi. Ada beberapa sushi yg gak pernah saya bayangin sebelumnya. Karena udah lapar bgt. akhirnya saya gak cuma pesan sushi doang. Karena suka pedas, saya tertarik dengan ramen dingin dengan chili based sauce dengan harga Rp 48,000. Warnanya yg merah karena cabe menggoda saya untuk mencobanya. Akhirnya ya udah, saya pesan itu dengan tambahan 2 piring sushi–yg setelah saya coba rasanya biasa saja, tidak istimewa. Akhrinya datanglah si ramen yg sudah ditunggu-tunggu. Dari tampilannya emang keliatan banget klo ramen ini bakal berasa pedas. Begitu jg dr aromanya yg cukup terasa cabai dan ladanya. Pas dicoba ternyata emang benar. Pedes! Rasa asli dr ramennya malah jd tidak begitu keliatan karena tertutup dengan pedas. Kaget juga nih ada masakan Jepang yg pedasnya kayak gini. Soalnya klo pedas dr wasabi rasanya lain karena karakternya yg beda dengan cabai. Klo ini terasa sekali rasa saus cabainya. Sampai beberapa suapan saya masih sanggup melahap ramen tersebut. Tapi lama-lama makin terasa segan untuk mulai memasukkan ramen ke mulut. Dr aromanya aja sudah membuat mblenger. Untungnya ocha panas (yg rasanya jg standar) yang dipesan sebagai minuman cukup bs membuat lidah kembali ‘normal’ setelah terbakar pedasnya ramen. Bottom line dari pengalaman makan ramen di Kiyadon adalah: gak terasa enak, cm pedas. Tapi juga gak buruk sekali sih. Buat yang suka berpetualang dengan rasa pedas, silakan dicoba ramen dingin dengan chili based sauce di Kiyadon. Oh ya, salah satu kekecewaan saya ketika ke Kiyadon kemarin adalah tidak bisanya saya mencoba es krim dari Kiyadon yg saya dengar rasanya cukup enak. Padahal saya sudah membayangkan bagaimana enaknya makan sushi dengan es krim sebagai dessert.

Tag:

Tinggalkan Balasan